Saturday, September 5, 2015

Bubur Manado / Tinutuan

Tinggal jauh dari Indonesia memang membuat kita sering kangen makan makanan khas dari daerah kita. Bahan-bahan yang sulit di dapat juga merupakan kendala utama untuk menikmati makanan yang kita kangeni. Tapi untuk mengobati kangen, mau tidak mau harus lebih pintar mengakali resep.

Salah satu contohnya adalah resep bubur manado, atau yang lebih kenal orang manado dengan nama 'Tinutuan'. Isi dari tinutuan pun sangat beragam, mulai dari beras, jagung, bayam, kangkung, daun gedi, singkong, labu kuning, dan daun kemangi. 



Bahan-bahn tersebut sangat mudah didapatkan di Indonesia (kecuali daun gedi), tetapi sangat sulit untuk didapatkan di tempat saya tinggal sekarang. Saya harus khusus ke toko asia untuk membeli bahan-bahannya. Beberapa bahan seperti singkong, daun gedi, dan daun kemangi saya skip. 

Bahan:
  • 125 gram beras, dibilas bersih
  • 1-1,5 liter air
  • 2 batang serai, dikeprek
  • 500 gram labu kuning, dipotong dadu 1,5cm
  • garam secukupnya, sekitar 1 sdt
  • 1 tongkol jagung (dipisahkan dari tongkolnya)
  • bayam, dipetik daun-daunnya
  • kangkung, dipetik daun-daunnya
Jumlah air dan garam menyesuaikan dengan selera kita. Beberapa orang senang kalau buburnya kental, tapi ada juga yang senang jika buburnya lebih encer. Sayur juga disesuaikan dengan selera dan ketersediaan. 

Cara membuat:
  1. Masak serai dan beras di dalam panci ukuran sedang atau besar.
  2. Jika air telah mendidih, masukkan labu kuning yang sudah dipotong dadu.
  3. Tambahkan garam dan masak hingga beras yang di masak menjadi bubur.
  4. Pada tahap akhir tambahkan kangkung dan bayam yang sudah dipetik dari batang-batangnya. Sayur dimasak sebentar saja, sekitar 30 - 60 detik.
  5. Sajikan selagi hangat, bisa dengan dan tanpa hidangan pelengkap.
Catatan penting:
  • Masak kangkung dan bayam hanya jika akan segera dimakan untuk menjaga kesegaran sayur.
  • Saya sendiri, setelah tahap ke-3, saya pisahkan bubur ke dalam dua panci yang berbeda.


Hidangan yang satu ini biasanya disajikan pada waktu sarapan, dilengkapi dengan perkedel jagung, perkedel nike, cakalang fufu (asap), dan sambal roa. Saking terkenalnya, di Manado terdapat satu kawasan wisata untuk menikmati tinutuan yaitu jalan Wakeke. 

Tinutuan yang saya buat memang belum selengkap aslinya, tetapi cukup lah untuk menahan kangen sampai mampir lagi ke jalan Wakeke untuk makan tinutuan dkk, dilanjutkan es kacang brenebon dan milu rubus (jagung rebus) =) 

1 comment:

Thank you for visiting Our Cooking Lab. Please leave a comment and follow my posts by Email.

Gadget

This content is not yet available over encrypted connections.